Di pantai Pangandaran

Di pantai Pangandaran

Jumat, 29 Juni 2012

Perjalananku

Aku terlahir dari sebuah keluarga yang sederhana.
ayahku hanya seorang mandor di sebuah perkebunan karet
ibuku juga buruh kerja di perusahaan itu.
saat menjelang umur 5 tahun ayahku sudah duluan di panggil 
yang Maha kuasa.
akupun di asuh dan di besarkan oleh ibu dan di bantu oleh kakakku dari 
ayah yang berbeda.tinggal dalam satu rumah.
di saat keadaan sulit kami harus menerima apa adanya
kadang buat makanpun kami mengalami kesusahan.
    Dan waktupun terus bergulir 
    ibuku sudah semakin tua,pekerjaan pun di tinggalkan
    hanya sebidang sawah petak yang jadi tumpuan
    ibukupun punya beberapa kambing,ayam, dan sebagian dari hasil kebun
    untuk menyambung hidup kami.
    sepulang sekolah aku turut membantu ibu untuk menggembala
    kambing-kambingnya.
Menjelang sekolah di jenjang Menengah
aku turut di bantu kakaku yang di Jakarta
namanya Suyitno.Beliau salah satu kakaku yang satu ayah.
akupun di bekali dengan sepeda BMX untuk berangkat ke sekolah
hingga akhirnya lulus.
tak berhenti disitu,kakakku turut menyekolahkan aku hingga jenjang Menengah Atas
    Perjalanan dari rumah kesekolah cukup jauh
    dan perlu ongkos kendaraan
    dan akhirnya ada keputusan untuk tinggal dikos-kosan.
    awal masuk aku ikut temen yang punya saudara di Sidareja.
    akupun ikut tinggal bersamanya.
    namun hanya berjalan 1 bulan lebih.
Akupun punya saudara di Cipari lumayan jauh dari sekolah tapi tak apa
akupun tinggal bersama bibiku di sana.
dan kenal beberapa kawan : Farida Ulfah,Teguh,Darsih,Ina,Tri,Yuli,dll
hanya beberapa bulan saja aku tinggal di Cipari.
dan akhirnya sewa kamar di rumah Bp.Sujud di Sidareja.
dengan biaya Rp.5.000/bln.tanpa makan
harga itu pantas,karena pada zamannya harga-hargapun masih murah
    Naik kelas II akupun pindah kos di rumah Nenek Suhud 
    ada beberapa teman yang aku kenal diantara :Sayoto,Sulasmi,Yanto,dll
    dirumah Nek Suhud aku ditemani sama Ahmad dan Adis.
    masa itu masih kanak-kanak.
    kadang masak nasi tapi ga nyayur.
    terpaksa saat ibu kos nyayur kita makan rame-rame
    itulah kenangan sebagian dari ribuan cerita.
Tahun kelulusan telah tiba
saatnya untuk melanglang buana
bersama kakakku aku di antar ke Jakarta.
beberapa bulan aku langsung kerja di PT.Gramedia group
masa kerja 6 bulan sudah habis dan aku gunakan untuk pulang ke kampung halaman
    Setelah berangkat lagi ke Jakarta
    beberapa minggu aku nganggur dan akhirnya aku coba untuk pergi ke Bandung
    1 bulan lebih aku belum kerja.
    aku coba untuk melamar kerjaan
    namun akhirnya setelah seleksi dari ratusan orang yang melamar akupun lulus.
    aku bekerja di PT.Dewa Sutratex,Cibaligo-Cimindi.Bandung
3 tahun setelah kerja aku putuskan untuk menikah
pada tahun ke-5 aku keluar dari perusahaan

dan hidup bersama keluarga di Batujajar-Bandung.
dengan 2 orang anak yang cantik-cantik.
aku coba jalani hidup dengan berdagang.
    Setelah 5 tahun aku menikah, ibuku meninggal dunia
    aku sudah tidak punya orang tua.
    di tahun ke-6 aku coba untuk melanjutkan sekolah di 
    Universitas Terbuka cab.Bandung
    tahun pertama aku gunakan masa sekolah untuk mengajar di SMK
FISIP adalah pilihan fakultasnya dan jurusan yang di ambil adalah
Sosiologi ekonomi dan masalah sosial.
sambil kuliah aku mengajar bid.study : Pkn ( SMK ),dan sosiologi ( SMA )
waktu berjalan 3 tahun di sekolah.
    Karena tidak ada perkembangan yang memadai akupun keluar.
    masalahpun datang.
    karena kecerobohan seorang istri aku harus menanggung hutang hingga ratusan juta
   walau akhirnya di bayar hanya pokoknya 

dari sana aku telah terpukul jatuh

namun akhirnya aku putuskan untuk pergi ke luar Negeri
dan sampailah di Negeri Jiran ( Malaysia).
masa kontrak 2 tahun. namun lanjut perpanjang 1 tahun kedepan.
    peristiwa prahara rumah tangga mulai goncang lagi
    saat itu istriku jatuh sakit.
    akupun sering menelponnya.
    ternyata ada kebohongan yang tersimpan dalam hatinya
    selama 2 th aku kerja lebih 42 jt aku kirim.
dan ternyata uang yang dikirim telah habis buat bayar hutang ke rentenir
kini istriku menanggung hutang puluhan juta yang belum ke bayar
orang tuanya telah menaggung semua
sebenarnya akupun ga mau terlibat dalam hutang itu
karena akupun tak pernah perintah untuk itu.
    aku hanya gigit jari menunggu saat pulang nanti
    uang ongkos dari gaji beberapa bulan yang aku gunakan
    akan menjadi teman dalam perjalanan
    walau hasil sekian tahun telah di makan oleh orang.

Apa hendak dikata semua telah terjadi
ada pertanyaan yang tersimpan dalam pikiran
kenapa peristiwa yang sama bisa terulang ?
kenapa tidak di ambil pelajaran ?
    Kini Dia mengiba padaku
    untuk bisa memaafkan kesalahannya
    kesalahan yang telah bikin malu orang tua,
    membohongi suami,menelantarkan anak
    menghancurkan masa depan.
Apakah aku harus terima semua ini ?
ada hikmah dibalik semua peristiwa.
aku hidup hanya untuk bahagia
aku ingin menggapai impian
aku ingin kesejahteraan
walau hidup sebatangkara.
aku harus punya harapan.


    
    
    
    



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

klik di sini